Select Page
Bagikan artikel ini :

tiramisu

Siapa yang tidak mengenal dessert Italia paling terkenal dan populer yang dimakan dengan sendok di dunia yang sering disajikan di kafe, restoran dan bakery. Tiramisu adalah kata Italia kelima yang paling dikenal di antara orang Eropa dan muncul dalam kosakata sebanyak 23 bahasa yang berbeda.

Karena rasanya yang manis dengan tekstur yang lembut dan sangat nikmat, hampir tidak mungkin terutama di Italia menemukan seseorang yang belum pernah mencicipinya sesendok pun.

Hal ini membuat tiramisu sebagai hidangan penutup yang mampu merebut hati para pencinta kuliner di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Ini terkenal sebagai “the real icon of happines” atau “ikon kebahagiaan yang sebenarnya”

Jika kamu merasa sedikit seksi setelah memanjakan diri dengan tiramisu, kamu tidak sendiri karena orang Italia percaya bahwa dessert ini adalah afrodisiak yang kuat dan begitu kamu mengetahuinya asul usul dari tiramisu ini, kamu akan mengerti alasannya.

Yuk, simak sejarah tiramisu yang akan bikin kamu kaget !

Tiramisu berasal dari kota Treviso di Italia bagian utara, pertama kali disebut dengan kata “Tireme su” dalam bahasa lokal Treviso.

Secara harafiah tiramisu juga memiliki arti “Pull me up, lift me up” atau “tarik aku, angkat aku”, karena awalnya diciptakan di rumah bordil dan disajikan sebagai afrodisiak (viagra dari abad ke-19) untuk pelanggannya agar meningkatkan gairah sebelum atau sesudah berhubungan badan.

Kota Treviso identik dengan banyak gang-gang yang memiliki bentuk seperti labirin dan juga banyak lintasan sungai yang khas serta menjadi simbol “Kebahagiaan Italia dan Kerajaan Seks” dan terkenal dengan warganya yang santai, seksual, dan suka mencari kesenangan.

Semakin banyak tiramisu dijual, semakin berkembang bisnis prostitusi di kota tersebut. “Hampir semua orang, bahkan sebagian besar orang Italia pun tak tahu tentang asal-usul tiramisu sebenarnya,” ujar salah satu Public Relation Tourism Trevino, Lara Santi, seperti dikutip dari News.com.au.

Saat ini, kota Treviso semakin terkenal sebagai kampung halaman tiramisu. Bahkan ada juga “tur erotis” yang tersedia di kota ini. Tur itu meliputi kunjungan ke bistro “Red Shadows”, rumah bordil tua dan tempat bersejarah lainnya yang dulu sempat digunakan sebagai kawasan prostitusi.

Tiramisu seperti yang kita kenal sekarang ini terbuat dari lapisan Savoiardi (biskuit ladyfinger) yang satu per satu dicampurkan ke dalam mascarpone (keju krim khas Italia) dan campuran bubuk kopi. Beberapa koki juga menambahkan anggur marsala dan taburan cokelat bubuk serta banyak variasi, baik dalam hal bahan dan penyajian.

Namun resep asli yang berasal dari rumah bordil sedikit berbeda, resepnya sedikit lebih sederhana yang dulunya disebut “Sbatudìn” yang secara harfiah berarti “goyangkan dan tembak saya”. Pada akhir 1960-an di restoran “Le Beccherie”, dari ide pastry chef Loly Linguanotto hingga mengolah ulang hidangan penutup khas Venesia.

Sbatudìn adalah hidangan berenergi yang bahkan dijuluki sebagai makanan mampu membangkitkan orang mati dari kubur, karena rasanya yang begitu lezat. Sbatudin terbuat dari kuning telur dan gula yang digabungkan bersama, dengan tambahan mascarpone dan setetes anggur marsala.

Sampai sekarang, Sbatudin masih dihidangkan oleh beberapa ibu di Italia untuk diberikan ke bayi mereka dengan harapan sang bayi dapat tumbuh kuat.

Bagaimana cara membuat tiramisu ?

Membuat Tiramisu sebenarnya lebih mudah daripada kedengarannya.

Langkah pertama adalah membuat puding. Ada banyak cara untuk melakukan ini, cara tradisional adalah dengan memisahkan putih telur dan kuning telur, campur dengan gula pasir dan vanili hingga puding memiliki tekstur yang creamy.

Pengganti telur akan menggunakan krim kocok. Intinya adalah kamu perlu membuat puding susu krim segar yang menahan bentuknya, yang berarti semakin berat semakin baik.

Setelah kamu menyiapkan custard, kamu membutuhkan biskuit ladyfinger. Celupkan biskuit ke dalam espresso yang kental (beberapa orang bahkan menambahkan sedikit anggur), tetapi pastikan untuk tidak terlalu merendamnya sehingga biskuit hancur saat kamu mengambilnya.

Kemudian bagian yang menyenangkan dimulai. Temukan sendiri wadah besar (berbentuk bulat persegi) dan sebarkan lapisan pertama biskuit. Setelah biskuit merata pada lapisan pertama, lalu tambahkan pada puding.

Sebarkan puding secara merata seperti halnya biskuit, lalu terus lakukan hingga memenuhi wadah Anda.

Langkah terakhir adalah menepuk bagian atasnya dengan bubuk kakao untuk rasa cokelatnya, lalu memasukkan campuran tersebut ke dalam lemari es selama beberapa jam. 2-4 jam adalah waktu yang ideal dan suhu membuat makanan penutup menjadi lebih baik juga.

Nikmati tiramisu !

Dalam 200 gr kue tiramisu mengandung 566 kalori dengan rincian 58% lemak, 35% karbohidrat, dan 7% protein. Tiramisu paling baik disajikan dingin, dan ketika dipasangkan dengan secangkir kopi atau espresso, kamu akan mendapatkan jackpot. Tidak ada yang mengatakan “jemput aku” lebih dari tiramisu yang lezat untuk mengakhiri makan.

Sekarang setelah kamu memiliki ide tentang cara membuat tiramisu, silakan mencobanya di dapur kamu sendiri! Jika kamu bukan tipe orang yang akan membuat makanan dan pencuci mulut sendiri, kamu dapat memesan mini tart rasa tiramisu dari Bread Goreng, lihat menu selengkapnya disini.

 

Bagikan artikel ini :