Select Page
Bagikan artikel ini :

Sejarah toko roti tertua di Indonesia didirikan sejak tahun 1898. Yuk kita simak sejarah beberapa toko roti tertua yang ada di Indonesia.

Sejarah toko roti

Sejarah toko roti di Indonesia

  • Roti Go

Roti Go merupakan toko roti pertama di Indonesia yang didirikan sejak tahun 1898, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Berdiri 122 tahun, resep legendaris dari roti ini sudah turun-menurun hingga generasi ketiga. Tetapi, tidak ada sedikitpun resep yang diubah demi menjaga kualitas dan nilai sejarah toko roti ini. Roti Go pertama kali dibuka oleh pemiliknya yaitu sepasang suami istri Go Kwe Ka dan Oei Pak Ke Nio. Sebutan toko ini diambil dari nama depan sang suami yaitu “Go”. Saat ini Roti Go dikelola oleh pasangan suami istri Rosani Wiogo dan FX Pararto Widjaja. Rosani adalah generasi ketiga yang meneruskan usaha roti leluhur tersebut.

Meskipun saat ini telah banyak toko roti yang modern, Roti Go tetap mempertahankan nilai sejarah yang dimilikinya. Suasana toko yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman 724 kota Purwokerto ini belum pernah melakukan renovasi untuk mengubah bangunannya. Tetapi suasanya yang bersih dan sederhanalah yang menjadi daya tarik pengunjung sebagai toko roti klasik yang ada di kota tersebut.

Roti Go buatan nenek Rosani tersebut terkenal manis, dengan tekstur yang lembut dan kenyal. Roti ini tahan selama empat hari meski dibuat dengan bahan alami dan dibuat dengan pengolahan secara tradisional. Bahan dasarnya adalah biang roti yang merupakan resep leluhur. Sebelum roti dibuat, biang roti diberi ‘makan’ yang nantinya mengembang dan tercipta adonan yang sudah siap diolah, dengan cara menmbahkan tepung dan air yang ditambahkan dengan gula. Biang akan didiamkan di dalam wadah sampai mengembang lalu tercipta adonan yang baru. Biang roti yang sudah mengembang tersebut langsung diproses menjadi roti kecil dan sebagian lagi disimpan untuk menjadi adonan keesokan harinya.

Ciri khas dari Toko Roti Go ini adalah mempertahankan tradisionalnya, dengan pemanasan oven klasik yang kuat dengan aroma panggang alami. Rosani menyampaikan bahwa pemanggangan dengan cara tersebut memengaruhi cita rasa dari roti yang kuat dengan aroma panggang alami. Jika roti sudah masak, maka akan diambil menggunakan galah bambu yang sudah dimodifikasi. Dalam hal memasak, seluruh pekerja Toko Roti Go hanya mengandalkan insting mereka, termasuk dalam mengetahui suhu yang pas untuk memanggang roti. Hal ini hanya dilakukan dengan cara memasukkan tangan mereka ke dalam mulut oven dalam sekejap.

Pada jaman dahulu Roti Go hanya menjual roti manis, roti sobek, serta roti tradisional. Roti ini hanya memiliki isian pisang, cokelat, dan kranten. Tetapi sekarang, varian yang diproduksi sudah berbagai macam, dengan pilihan isian sebanyak 80 varian. Menu andalan yang ada di Toko Roti Go antara lain roti kopi brood dan roti sobek isi daging ayam kampung. Tetapi roti isi durianlah yang paling banyak diminati oleh pengunjung.

Roti durian dibuat dari perpaduan roti lembut dengan buah durian asli serta taburan gula pasir. Roti ini lumer di mulut, apalagi kalau dimakan dalam kondisi hangat. Roti duren biasanya disajikan dalam etalase toko Roti Go yang disinari pencahayaan lampu warna kuning. Harga roti yang dijual rata-rata sekitar Rp3.000 sampai Rp6.000 saja.

  • Maison Werner

Maison Werner, merupakan toko roti tertua di Jakarta yang berdiri pada tahun 1936, yang berada di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat. Konsep khas kolonial Belanda dalam Maison Werner Cake Shop ini didirikan oleh Lee Liang Mey yang akrab disapa Nyonya Gem, yang kini sudah dikelola oleh generasi ketiganya yaitu Heru Laksana.

Awal dari pendirian Maison Werner yaitu ketika Nyonya Gem seringkali diminta bantuan orang Belanda untuk membuat kue dan roti, dan orang tersebut juga menyarankan Nyonya Gem untuk membuka toko roti sendiri meskipun hanya dengan modal seadanya saja. Semua peralatan dan bahan-bahan untuk membuat kue pun dibeli secara dicicil.

Maison Werner pada awalnya hanya menjual sajian kue kering dan roti tawar khas Eropa yang dipadu dengan rasa Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu dan inovasi pun semakin bertambah, Maison Werner pun akhirnya mengeluarkan roti dan kue manis. Dari semua menu yang ada, roti sourdough adalah menu yang paling banyak diminati pengunjung. Roti ini dibuat oleh Heru sendiri dengan proses pembuatan yang memakan waktu berjam-jam hingga satu malam. Hal ini karena diperlukan fermentasi dengan menggunakan biang, agar teksturnya lebih halus dan lembut.

Menu andalan lainnya adalah ontbijtkoek atau kue rempah Belanda, yang sekilas mirip dengan roti bolu pada umumnya, namun memiliki rasa gurih-manis karena adanya tambahan aneka rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan pala. Menu lainnya yaitu roti cokelat almond, roti bloeder keju, kue soes, dan masih banyak lagi. Roti dan kue yang dijajakan di Masion Werner terasa empuk dengan tekstur yang lembut dan halus. Isian dalam roti juga sangat melimpah.

Harga roti yang dijajakan di Masion Werner terbilang cukup terjangkau, berkisar antara Rp10.000 hingga paling mahal Rp100.000. Toko ini beralamat di Jalan Kramat II Nomor 2, RT6/RW7 Kwitang, Jakarta Pusat.

 

Nah kalau kamu sudah coba roti jaman dulu yang mana? Comment di bawah ini ya!

 

 

Bagikan artikel ini :